Jambi Bisnis, Jakarta-Guna tingkatkan kompentensi bagi pelaku usaha di bidang Desainer dan Industri Desain Indonesia, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif luncurkan Buku “Proyek Desain: Dasar Pengadaan & Pengelolaan Jasa Desain di Indonesia”.
Diharapkan Buku “Proyek Desain: Dasar Pengadaan & Pengelolaan Jasa Desain di Indonesia” tersebut dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memunculkan regenerasi desainer andal di Tanah Air.
Bertempat di Kebun Ide, Tangerang Selatan, Jumat (13/11/2020) malam, buku tersebut diluncurkan oleh Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Rusiawan saat melakukan kegiatan Bincang Ragam Desain Episode 4 dengan tema “Sosialisasi Dasar Pengadaan dan Pengelolaan Jasa Desain” .
“Buku ini disusun hampir dua tahun dan melibatkan enam asosiasi yakni ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), AIDIA (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia), ADPII (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia), HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia), HDMI (Himpunan Desainer Mebel Indonesia), dan IFC (Indonesia Fashion Chamber). Diharapkan buku ini dapat memberi manfaat yang besar bagi regenerasi desainer dan industri desain Indonesia, serta tentunya menginspirasi desainer-desainer muda untuk terus berkarya,” ujarnya seperti dikutip dari lama resmi Kemenparekaf, Senin (16/11).
Dalam acara yang digelar secara hybrid tersebut, turut hadir anggota Dewan ADPII Damang Sarumpaet, Ketua Bidang Sertifikasi HGII Quartanti Djojowijoto, Perwakilan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Seno Haryo Wibowo.
Menurut Wawan Rusiawan, desain merupakan bidang utama ekonomi kreatif yang mencatat pertumbuhan tinggi setiap tahunnya. Desain interior memiliki pertumbuhan 6,1 persen, Desain Produk mencetak angka 8,1 persen, sedangkan Desain Komunikasi Visual berada pada angka 5,9 persen. Angka-angka tersebut melebihi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional sendiri yang sebesar 5,06 persen pada tahun 2017.
Damang Sarumpaet mengatakan buku ini dapat membuat desainer tanah air memiliki satu pedomanan atau landasan mengenai kegiatan desain yang sama, sehingga kami memiliki jalur yang tepat untuk memperjuangkan profesi masing-masing.
“Menghargai desain bukan hanya output-nya saja, ada proses yang harus dijalani. Harapannya outputnya memiliki value dan diterima baik itu oleh klien ataupun audiensnya. Diharapkan dapat memberikan apresiasi yang tinggi kepada desainer dan karyanya serta menjalin komunikasi yang baik dan erat antara desainer dan klien,” ujarnya.
Buku ini merupakan buku pertama dari tiga seri buku yang tengah disusun dan diterbitkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf yang secara keseluruhan akan berisi sembilan bab pembahasan.(*)
Discussion about this post